This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 22 Agustus 2015

Hak Isteri Atas Suami


Allah berfirman : Dan bergaullah dengan mereka ( Istri-istrimu ) secara patut. Kemudian jika kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. 4:19)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : Ya Allah sungguh saya menimpakan kesusahan ( dosa ) kepada orang yang menyia-nyiakan hak dua macam manusia yang lemah yaitu : anak yatim dan wanita ) HR. Nasa'i.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : berbuat baiklah kepada kaum wanita, karena dia diciptakan dari tulang rusuk, dan sungguh bagian yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian yang paling atas, kalau kamu meluruskannya maka kamu telah mematahkannya.. Muttafaq 'alaihi.
Dari Hakim bin Mu'awiyah dari bapaknya bahwa bapaknya berkata : wahai Rasulullah ! apakah hak seorang istri yang harus dipenuhi oleh suaminya ? maka beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab : kamu memberi makan kepadanya jika kamu makan, dan kamu memberinya pakaian jika kamu berpakaian dan engakau tidak memukul mukanya, tidak menjelek-jelekkannya ( tidak berkata : semoga Allah memburukkan wajahmu ) dan tidak meninggalkannya kecuali dalam rumah. HRm Abu Daud.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : ( janganlah seorang mu'min membenci wanita mu'minah, karena jika ia membenci suatu sifatnya, maka dia akan ridha yang lainnya darinya. ) HR. Muslim.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : orang mu'min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaqnya dan orang-orang terbaik di antara kamu adalah yang terbaik kepada istri-istrinya. HR. Tirmidzi.
Dari 'Amr bin Ahwash radhiyallahu 'anhu bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda pada waktu hajji wada' : ingatlah ( saya berwasiat kepada kamu agar berbuat baik pada kaum wanita, maka terimalah wasiatku ini terhadap mereka ) dan berbuat baiklah kepada kaum wanita, karena sesungguhnya mereka pada sisi kalian bagaikan tawanan, dan kamu tidak memiliki dari mereka selain itu. HR. Tirmidzi.
Keterangan singkat :
Sebagaimana kaum lelaki mempunyai hak atas istri-istri mereka, demikian pula kaum wanita mempunyai hak atas suami-suami mereka, dan tidak akan berlanjut kehidupan suami istri di atas keadilan yang diperintahkan oleh Allah kecuali jika setiap suami dan istri memenuhi hak-hak di antara mereka.
Kesimpulan :
Istri mempunyai hak yang harus dipenuhi oleh suaminya.
Wajib berbuat baik kepada kaum wanita.
Bimbingan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam agar selalu bersabar terhadap wanita dan berlemah-lembut kepadanya.
Bahwa wanita pada suaminya bagaikan tawanan yang lemah, oleh karenanya dia harus dikasihani, dibimbing, dilindungi dan diberikan hak-haknya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membebankan dosa kepada mereka yang menyia-nyiakan hak wanita yang berada di bawah tanggungannya.
Bahwa orang yang terbaik di antara kita adalah mereka yang terbaik bagi istri-istrinya.

Kamis, 30 Juli 2015

Vector Magic

Vector Magic adalah suatu Software yang dapat men-convert secara mudah berbagai macam format gambar menjadi gambar vector yang sangat details dan pastinya Sobat semua pasti sudah taukan perbedaan kualitas gambar vector dengan jenis gambar lain seperti BMP (Bitmap), JPG (Join Photography Experts Goup), PNG (Portable Network Graphics) dan yang lain. Nah buat Sobat yang tertarik langsung aja Dicobain !!!  
Go Go Go »

Senin, 20 Juli 2015

SOSIALISASI SEBAGAI PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN


Yang dibutuhkan seseorang untuk dapat hidup di tengah masyarakatb. Mengembangkan komunikasi seseorang agar efektifc. Melatih kemampuan adaptasi seseorang thd Nilai dan Norma yg berlakud. Utk memperoleh ilmu pengetahuan dari kegiatan belajar .
Teman sepermainan Dalam kelompok bermain merekamelakukan interaksi dg teman sebaya.Pada tahap ini seorang sikap egosentrisanak msh sangat menonjol.Peranan positif teman bermain :
1. adanya rasa aman dan dianggappenting
2. tumbuhnya kemandirian
3. mendapat penyaluran perasaan
4. mengembangkan ketrampilan sosial
Lingkungan sekolah Sekolah berfungsi mempersiapkan berbagai penguasaan peranan-peranan anak dikemudian hari, pada saat ia tdk bergantung kepada orang tuanya lagi :
1. Kemandirian
2. Prestasi
3. Universalisme
4. Spesifitas 




Jadi, kita baikilah diri kita dari masa ke semasa. Jnganlah berjalan diatas muka bumi ini dengan bongkoknya. Jangan kita sombong sesama insan muka bumi ni. selagi kita boleh menjaga hubungan, kita jagalah dengan baik. mungkin suatu hari nanti kita memerlukan pertolongan orang yang kita tak suka ataupun kita benci. fikirlah dengan baik. itulah yang terbaik bagi kita. marilah kita jaga HABLUMMINANNAS ( Hubungan antar manusia ) kita sebagai sebgai manusia . kerana manusia diciptakan untuk saling memerlukan. binalah hubungan sesama manusia yang mana menjurus kepada ketaqwaan dan kecintaan kepada Allah SWT dalam mengharungi ujian dan dugaan di dunia ini.

Sosialisasi Proses mempelajari, menghayati danmenanamkan suatu nilai, norma, peran,pola perilaku yang diperlukan individuuntuk dapat berpartisipasi yang efektifdalam kehidupan masyarakat , Proses dimana seseorang mempelajari dan menghayati norma-norma kelompok atau kesatuan kerja dimana ia hidup sehingga ia sendiri menjadi pribadi yang unik dan berperilaku sesuai dengan harapan kelompok . ujuan Sosialisasia. Memberi ketrampilan
Semoga kita semua mendapat manfaat daripada ilmu yang dikongsikan ini, insyaAllah.


Sekian dulu,



RMH ( KONG )

Jumat, 19 Juni 2015

ARTIKEL POLITIK



“ Peranan Ulama Terhadap Politik “


Ulama dalam perpolitikan di indonesia bukanlah hal yang asing. Semenjak dahulu, peran ulama dalam mendirikan bangsa ini memang perlu di akui. Tidaklah mengherankan jika ulama terlibat dengan urusan politik, atau bahkan ulama itu sendiri yang dengan sengaja terjun sendiri ke panggung poltiik sebagai tokoh utama partai poltik. Sementara itu, sosok ulama adalah sosok yang dikenal dengan pemandu umat ( islam ) karena kepandaiaannya dalam hal keilmuan islam. Ulama adalah pemimpin umat islam , pewaris para nabi dalam menegakkan dan menjalankan perintah tuhan.selain itu, ulama adalah sosok yang terpandang di mata masyarakat, kharismanya melebihi lurah, camat, ataupun bupati sekalipun. Karena, tidak sedikit para calon lurah, camat, bupati, atau kepala desa sering melakukan sowan politik kepada para ulama dengan dalih meminta restu.
Tanpa harus menyebut contoh satu per satu, kira-kira dapat disimpulkan bahwa umumnya, para ulama salaf memang menjauhi politik dalam arti pergulatan kekuasaan, bukan politik dalam arti mengatur rakyat dengan menggunakan tuntunan agama. Para ulama itu lebih suka memfokuskan dirinya untuk menggali ilmu agama dan menyampaikannya kepada msayarakat. Mereka memilih jalan teduh dalam membawa masyarakat.
Kekuasaan politik memang merupakan kendaraan plaing instan untuk mewujudkan ide-ide secara riil ke tengah-tengah masyarakat. Namun demikian, risiko yang harus dibayar kadang sangat tinggi. Manisnya kekuasaan sangat mudah menjerumuskan seorang ulama sekalipun untuk melakukan segala cara demi mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan. Politik rentan membuat seseorang menghabiskan energinya untuk hal-hal yang sama sekalitidak bermanfaat atau bahkan mendatangkan kerugian bagi kehidupan akhiratnya. Mungkin karena itulah, umumnya para ulama memutuskan untuk menjauhi dunia politik.
Melihat berbagai ilustrasi di atas, dapat di pahami bahwa pada dasarnya berpolitik atau tidak berpolitik bukanlah sebuah nilai positif atau nilai negatif bagi para ulama. Dalam kondisi tertentu dan dengan motivasi tertentu, ulama justru harus terjun ke medan politik, bahkan dalam medan politik praktis dan politik kekuasaan sekalipun.
Ada banyak teladan mngenai hal itu. Ali bin abi thalib, az-zubair bin al-awwam, thalhah bin ubaidillah, siti aisyah, husain bin ali, abdullah bin az-zubair, abdullah bin amar, abdullah bin abbas , mereka adalah para ulama dari generasi terbaik umat ini yang ditulis oleh sejarah sebagai orang-orang yang terlibat dalam pergulatan politik di masanya. Namun, langkah itu mereka tempuh bukan untuk melampiaskan syahwat kekuasaan. Mereka melakukannya semata-mata untuk mewujudkan idealisme yang terlahir dari proses ijtihad yang didasarkan atas petunjuk al-qur’an dan sunah rasullah.
Jadi, berpolitik atau tidak berpolitik hanyalah pilihan-pilihan kondisional. Yang terpenting, landasan moralnya kuat dan bukan sekedar menjual jargon. Namu, sangat perlu di ingat bahwa politik itu penuh risiko dan memiliki potensi yang sangat tinggi untuk menjerumuskan.
Ulama sebagai politikus sekarang ini menjadi hal yang biasa karena pada dasarnya, pendiri bangsa indonesia pun banyak tokoh yang bergelar ulama sehingga perannya di dunia politik menjadi kewajaran belaka. Yang menjadi keresahan adalah bahwa ulama yang lali akan statusnya sebagi ulama. Ulama yang seharusnya mempunyai karakter agamis, malah melupakan nilai-nilai moralitas keagamaan. Yang lebih parah lagi, menjual dalil-dalil kitab suci dengan harga yang murah hanya demi kepentingan partai poltiknya. Padahal, dalil-dali tersebut merupakan saklaristas dalam ajaran agama, bukan sesuatu yang bersifat profan. Dengan demikian, luntur pula sakralitas teks-teks keagamaan sehingga menjadi profanitas murahan.
Kehadiran sosok ulama hendaknya menjadi teladan bagi elit politik yang lain, juga kepada umat manusia di indonesia khusunya. Ulama adalah sosok yang dikenal sosok alim (berilmu) dan mempunyai moralitas yang baik. Dengan kehadiran ulama seharusnya bisa mewarnai politik kekuasaan menjadi harmonis, bukan malah menambah kontras permusuhan antar golongan atau antar partai. Hal ini yang seharusnya di perhatikan oleh ulama.
Peranan ulama dalam melakukan aktualisasinya dihadapan semua umatnya. Jika seorang ulama itu ikut andil dalam dunia politik, maka tidak lain adalah untuk menjadi figur dan teladan yang baik, entah itu bagi tokoh politikus yang lain atau masyarakat yang memandangnnya. Namun jika ulama tersebut tidak mau berkecimpung dalam dunia politik, maka sewajarnya menjadi ulama yang sebenarnya. Artinya, ulama yang benar-benar mengasuh dan menuntun umat agar mendapat siraman rohani dalam menjalani kehidupan bersosial vertikal dan horizontal.
Dengan demkian, citra ulama tidak sedemikian relevan dengan gelar yang disandangnnya. Secara bahasa, orang yang berilmu dan mumpuni dalam khazanah keilmuan islam. Namun ternyata, interpretasi tentang ulama kini berkembang lebih luas seiring banyaknya fenomena yang terjadi. Arti ulama bukan hanya sekedar orang-orang yang berilmu pada bilang keagamaan saja, namun juga pada bilang politik.
Pada kenyataan ulama yang ternyata mempunyai pengaruh besar dalam bidang politik. Pengaruhnya pun disandingkan dengan agama sehingga seringkali berdalil dengan argumentasi kitab suci. Padahal, kitab suci adalah sesuatu yang sakral. Sebenarnya, bukanlah hal yang tidak jika ulama terjun ke dalam perpolitikan. Akan tetapi, menjadi hal yang tidak wajar jika ulama membawa nama agama demi kepentingan politinya. Yang diharapkan dari keterlibatan ulama dalam urusan politik adalah isimilasi politik, bukan politisasi islam. Maksudnya, merubah cara kerja politik kotor menjadi cara kerja politik yang islami. 

By : Rizki Maghfiroh H
NIM : G.1410440